Begini Kisah Sejarah Sepak Bola di Indonesia

Begini Kisah Sejarah Sepak Bola di Indonesia

Begini Kisah Sejarah Sepak Bola di Indonesia

Begini Kisah Sejarah Sepak Bola di Indonesia, Mujur bangsa indonesia sempat dijajah belanda (Sebatas ungkapan), mujur Aku cinta serta bangga dengan Sepak Bola Indonesia serta Alhamdulilah mujur Aku masih dikasih kesehatan serta usia oleh Allah SWT, hingga Aku masih dapat membuat tulisan ini.

Sepak Bola di Indonesia

Sebelumnya Sepak bola di Indonesia ini hanya jadi fasilitas untuk kesenangan semata, sampai ahirnya sepak bola dapat jadi jembatan terbentuknya komune – komune serta jadi alat perjuangan di waktu pra-kemerdekaan.

Lalu pada ahirnya Sepakbola di Indonesia jadi satu berolahraga yang begitu di cintai saat kemerdekaan sampai saat ini meskipun Tim nasional Indonesia masih kering prestasi di level Sepak Bola Dunia bahkan juga Asia sekalinya, tetapi Sepak Bola masih jadi Olah Raga paling populer serta disukai hampir semua Warga Indonesia.

Riwayat Sepak Bola di Indonesia

Riwayat sepak bola di Indonesia tidak terlepas dari waktu penjajahan belanda yakni waktu kehadiran bangsa Belanda ke Indonesia. Sepak Bola pada saat penjajahan di indonesia hanya jadi game golongan kolonial, sampai akhirnya Sepak Bola dimainkan oleh golongan Tionghoa dan pribumi.

Sepak bola waktu itu jadi satu lambang tumbuhnya Jong-jong (perhimpunan pemuda) di wilayah yang berusaha untuk sampai kemerdekaan lewat si kulat bulat itu. Peranan Sepak Bola saat itu bukan untuk berperang, tetapi diperuntukkan jadi alat persatuan beberapa pemuda saat itu.

Saat kemerdekaan, sepak bola jadi alat perbincangan; apa dia dipakai jadi pelekat persatuan serta kesatuan, atau malah jadi alat perpecahan dengan lahirnya grup supporter yang bermusuhan keduanya.

Team Sepak Bola Hindia Belanda (Tim nasional Indonesia )

Proses awal masuknya sepak bola di Indonesia tidak dapat di bebaskan dari waktu penjajahan bangsa Belanda di Indonesia( zaman Hindia Belanda) yang jika dalam proses kolonialisasi itu terjadi persilangan budaya diantaranya ialah budaya Sepak bola.

Persebaran sepak bola ke kota-kota besar tidak lepas dari warga Tionghoa serta warga Bumiputera. Ini seolah-olah memperjelas jika sepak bola gampang di terima oleh beberapa kelompok serta kelompok warga yang berada di Hindia Belanda waktu itu, hingga membuat berolahraga ini cepat sekali penyebarannya di indonesia.

Riwayat mencatat jika Team sepak bola Hindia Belanda ialah team sepak bola yang mewakili Hindia Belanda yang disebut koloni Belanda. Timnas ini turut dalam pertandingan internasional yakni Piala Dunia 1938 – 1947.

Hindia Belanda pada tahun 1938 jadi team Asia pertama yang maju ke Piala Dunia. Mereka main cuma satu laga, dimana mereka kalah 6-0 atas Hongaria. Sesudah Perang Dunia II serta dekolonisasi pada tahun 1947, tim nasional sepak bola Hindia Belanda dengan sah tidak lagi ada serta diteruskan oleh tim nasional sepak bola Indonesia. Demikian mudah-mudahan berguna.

Tiga puluh lima ribu supporter berbondong ke arah Jakarta dari Malang. Jarak 700-an km. dari Kota Apel ke ibu kota bukan rintangan buat Aremania untuk melihat langsung Arema Cronus bertanding di Stadion Gelanggang olahraga Bung Karno (GBK), Senayan.

Simpatisan Persib Bandung juga demikian. 40 ribu lebih Bobotoh konvoi ke Jakarta, tidak gentar walau harus berkunjung ke kandang Persija Jakarta, saingan paling besar mereka. Fans ke-2 club ini memadati pertandingan final Piala Bhayangkara di Stadion GBK, pada 3 April 2016.

Misal dahulu bukan Belanda yang menjajah Indonesia, misal dahulu sepak bola cuma dimainkan di lapangan rumput, apa yang kelihatan di final Piala Bhayangkara — satu kompetisi pendek tetapi dapat membuat penggila bola memadati SUGBK — tidak akan berlangsung.

Tulisan ini bercerita begitu sepak bola seolah jadi “agama” baru di Indonesia. Melihat sepak bola ialah satu keharusan, seperti beribadah yang tidak bisa dibiarkan. Stadion jadi tempat yang sakral yang harus dipertahankan lewat yel-yel, suport, serta pekikan fanatisme waktu laga.

Sepak bola di Indonesia, awalannya cuma satu alat kesenangan, tetapi dapat membuat komune serta jadi alat perjuangan di waktu pra-kemerdekaan. Lalu jadi berolahraga yang di cintai saat kemerdekaan, sampai saat ini, walau kering prestasi di level internasional.

Siapa yang mengenalkan sepak bola ke Indonesia?

Besarnya sepak bola di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kehadiran Belanda ke negeri ini. Dari awalannya cuma game golongan kolonial, lalu dimainkan oleh golongan Tionghoa serta pribumi.

Sepak bola jadi lambang tumbuhnya Jong-jong (perhimpunan pemuda) wilayah yang berusaha sampai kemerdekaan lewat si kulat bulat. Bukan untuk berperang, tetapi jadi alat persatuan beberapa pemuda waktu itu.

Saat kemerdekaan, sepak bola jadi alat perbincangan; apa dia dipakai jadi pelekat persatuan serta kesatuan, atau malah jadi alat perpecahan dengan lahirnya grup supporter yang bermusuhan keduanya.

Menurut sejarawan dari Kampus Negeri Surabaya, Rojil Nugroho Bayu Aji, masuknya sepak bola ke Indonesia sebab ideologi kolonial, yaitu ide jika dengan mencontoh orang Eropa, pribumi akan mirip serta berasimilasi dengan mereka.

“Proses awal masuknya sepak bola di Indonesia tidak dapat kita bebaskan proses dari kolonialisasi oleh pemerintah Belanda di Indonesia. Dalam proses kolonialisasi itu, berlangsung persilangan budaya antara orang Eropa dengan beberapa orang yang berada di Hinda Belanda, khususnya orang Tionghoa serta Bumiputera,” kata Rojil.

Sepak bola memang datang dari Inggris serta disebarkan lewat praktek kolonial di daratan Eropa, Amerika, Afrika, serta Asia. Sepak bola masuk ke Indonesia (saat itu Hindia Belanda) tidak dapat lepas dari kolonialisme yang diterapkan oleh Belanda. Transformasi keilmuan serta budaya membuat Indonesia diminta untuk menampung kebutuhan Belanda.

“Proses seperti berikut yang mengantar masuknya persilangan Belanda mentransformasikan sepak bola di Hindia Belanda,” kata Rojil.‎

Persebaran sepak bola ke kota-kota besar, menurut Rojil, ikut terlibat di terima oleh warga Tionghoa serta warga Bumiputera. Proses ini melahirkan satu transformasi yang seolah-olah jadikan sepak bola di terima oleh beberapa kelompok dan kelompok warga yang berada di Hindia Belanda.

Sepak bola mendapatkan perhatian oleh warga, hingga berolahraga ini cepat sekali penyebarannya. Rojil memandang, searah dengan dibukanya ranah pendidikan, pencerahan untuk sampai skala pendidikan yang baik mengakibatkan kesadaran buat kelompok warga di Hindia Belanda untuk berorganisasi dan mempersatukan idealisme revolusioner yang nanti disebarkan untuk warga luas.

Sesudah politik etis berjalan serta diterima dengan tumbuhnya organisasi dan semangat perjuangan, karena itu tumbuh satu pergerakan untuk mewujudkannya lewat wadah organisasi, baik dalam soal politik ataupun berolahraga.

Bagaimana sepak bola jadi besar di Indonesia?

Dengan perlahan-lahan sepak bola dimainkan di tangsi militer, hingga orang biasa turut memandangnya. Masyarakat bersama-sama mendatangi serta turut main bersama dengan jadi awal perjumpaan sepak bola.

Unsur lain ialah sebab sepak bola dapat dimainkan dimana-mana. Tanah lega, yang dahulu tersedia banyak, jadi alat yang gampang untuk mainkan sepak bola.

“Anda tinggal membuat gawang, tidak butuh tiang, cukuplah kasih sinyal dengan mengukur jarak besarnya gawang memakai kaki. Lalu mencari suatu yang mirip bola — bola plastik dapat atau bahkan juga gulungan tas plastik yang dibikin mirip bola. Ada pula yang memakai kelapa yang telah dikupas tinggal batoknya saja,” kata Menteri Pemuda serta Berolahraga Imam Nahrawi.

Saat ini, sepak bola masih gampang dimainkan, tempat parkir juga dapat dibikin jadi lapangan Judi Bola sepakbola. Game yang sederhana, ketentuannya juga gampang, cetak gol memperoleh point, serta tanpa ada ketentuan yang repot, jadikan sepakbola gampang di terima serta dimainkan warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *